Shalat, Tapi Ke Dukun ?

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa percaya dukun dan tukang ramal itu akan membahayakan dirinya, baik di dunia maupun di akherat. Allah akan mengancam berupa siksa, mereka tenggelam dalam suatu keyakinan yang salah sehingga meskipun shalat, namun dianggap celaka.

Pemahaman yang keliru bahwa berdukun adalah ikhtiar atau wasilah membuat rusaknya akidah dan amal baik, terutama amal shalat. Oleh karena itu janganlah dianggap sepele berdukun dan pergi ke tukang ramal. Dosanya sungguh besar. Hadits berasal dari Shafiyah binti Abu Ubaid menerangkan : Nabi sholaallohu alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang datang kepada dukun kemudian menanyakan kepada sesuatu dan ia mempercayainya maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari“. (HR. Muslim).

Dukun (kahin) adalah orang yang mengaku dirinya mengetahui hal hal ghaib, atau mengetahui hal hal yang tersembunyi. Sedangkan tukang ramal (arraf) adalah orang yang mengaku mengetahui hal hal yang ghaib dengan jalan meramal, atau dengan jalan menghubung hubungkan sesuatu. baik dukun maupun tukang ramal, kedua duanya adalah sama sama terkutuk dalam pandangan agama, sebab yang mengetahui barang yang ghaib hanyalah Alloh Ta’ala.

Dukun dan tukang ramal ini sering mencelakakan masyarakat sehingga masyarakat menjadi syirik kepada Alloh karena disebabkan oleh dukun dan tukang ramal itu. Misalnya seseorang baru saja menjadi korban pencurian. Ia lalu pergi ke tukang ramal atau dukun untuk menanyakan siapa pelakunya. Biasaya sang dukun langsung menunjuk hidung. Ia hanya memberikan perkiraan bahwa yang mencuri tidak jauh dari rumah atau dengan ciri ciri tertentu. Celakanya, seseorang tadi percaya dan menduga duga. Akhirnya menuduh pada orang yang sesuai dengan ciri ciri tersebut.

Sesungguhnya percaya kepada dukun maupun tukang ramal adalah sikap yang sangat tercela dan terkutuk. Itulah sebabnya maka hal itu dianggap dosa besar. Dan orang yang shalat tetapi suka dengan dukun, maka rusaklah amalan shalatnya. Ia akan celaka.

Allah berfirman , yang artinya :
“Janganlah kamu mengiuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS Al Israa : 36)

Jika seorang dukun atau tukang ramal dapat mengetahui sesuatu yang ghaib, maka hal itu hanyalah omong kosong. Sebab yang mengetahui masalah ghaib hanyalah Allah dan Rasul yang diridhoiNya. Oleh sebab itu, seorang muslim handaknya menggunakan akal sehat agar tidak terjebak pada dosa besar ini.

Allah berfirman, yang artinya :
(hanya Allah) yang mengetahui alam ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada siapapun tentang ghaib itu, kecuali kepada RasulNya yang diridlaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga penjaga malaikat) di muka dan dibelakangnya“. (QS Al Jin : 26-27)

Dari Aisyah ra, berkata : Ada beberapa orang bertanya kepada Rasulullah Sholaallohu alaihi wa salam tentang dukun. Kemudian Rasulullah Sholaallohu alaihi wa salam menjawab, “Bukan apa apa.” mereka bertanya, “Wahai Rasululoh, sesungguhnya kadang kadang mereka menceritakan sesuatu dan sesuatu itu memang akhirnya benar benar terjadi.” Rasululloh bersabda,”Kalimat itu memang termasuk benar, yang dicuri oleh makhluk sebangsa jin kemudian disampaikan pada telinga dukun, kemudian dukun itu mencampur adukkannya dengan seratus kebohongan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Bukhari dari Aisyah ra, bahwa Aisyah pernah mendengar Rasululloh Sholaallohu alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya malaikat turun dari langit kemudian menceritakan hal hal yang telah diputuskan dilangit (oleh Alloh), dan syetan sempat mencuri dengar, lalu syetan itu memberitahu kepada para dukun kemudian mereka membumbuinya, dengan seratus kebohongan dari mereka sendiri.”

Dari Qabishah bin Mukhariq ra, ia berkata : Saya mendengar Rasululloh Sholaallohu alaihi wassalam bersabda, “Corat coret, menebak nasib, dan meramal dengan melepaskan burung termasuk kepercayaan yang tidak bersumber dari Alloh.” (HR. Abu Daud).

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasululloh Sholaallohu alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa yang mempelajari sebagian dari ilmu nujum maka ia berarti mempelajari sebagian dari sihir, selalu bertambah menurut banyaknya yang dipelajari.” (HR Abu Daud).

Dari Abi Mas’ud Al badri ra bahwa Rasululloh Sholaallohu alaihi wassalam melarang dari hasil penjualan anjing, pelacuran dan perdukunan. (HR Bukhari dan Muslim)

Wallohu’alam bish- showab.

Disarikan dari buku : CELAKA ORANG YANG SHOLAT, Ahmad Fadli Nasrullah. S.Ag

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: