Himbauan Kepada Pengikut Ahmadiyah

Pada tanggal 9-11 September 2005 di Bogor, PBNU telah mengeluarkan sikap tentang Ahmadiyah. Berikut kutipan lengkapnya :

(Lihat di  http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12590 )

1. Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keluar dari Islam karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, As-Sunnah dan ijma’ ulama. Sungguh pun demikian, masyarakat tidak boleh bertindak anarkis terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah. Pelarangan terhadap paham dan aktivitas Ahmadiyah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah atau penegak hukum dan bukan wewenang seseorang atau kelompok.

2. Dalam menyampaikan keberatan keberadaan aktivitas jamaah Ahmadiyah di lingkungannya, masyarakat diminta hendaknya mengedepankan cara-cara damai dan santun.

3. Kepada umat Islam, diharapkan dapat mempelajari Islam secara komprehensif agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam penafsiran-penafsiran keagamaan.

4. Pemerintah diharapkan memiliki sikap yang tegas dan konsisten dalam menyikapi keberadaan aliran Ahmadiyah di Indonesia.

Pimpinan Sidang
KH Ma’ruf Amin
KH Said Agil Siradj
KH Masdar F Mas’udi
HM Rozy Munir

Dalam menanggapi Insiden Monas 1 Juni 2008 pun, sikap PBNU tetap konsisten. Lihat kutipan sikap PBNU atas insiden Monas (butir 4) :

(http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12952)

4. Berkaitan dengan adanya anggota masyarakat warga NU yang mempunyai sudut pandang berbeda tentang Ahmadiyah, PBNU menegaskan bahwa ulama NU sudah menetapkan bahwa Ahmadiyah adalah menyimpang dari ajaran Islam. Masalah Ahmadiyah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan, tapi soal penodaan ajaran Islam. Kepada pemerintah, diharapkan untuk segera mengambil langkah-langkah hukum untuk mencegah timbulnya tindakan masyarakat yang anarkis.

Demikian instruksi PBNU untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya

Wallahhul muwafiq ila aqwamit thariq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta,     29 Jumadil Awal 1429 H
                 4 Juni 2008 M

Rais Syuriyah: Prof Dr KH Chotibul Umam               
Ketua: Drs H Ahmad Bagdja       
Sekretaris Jenderal: Dr H Endang Turmudi, MA

Muhammadiyah, sebagai ormas Islam terbesar kedua setelah NU, menyatakan hal yang sama perihal keberadaan Ahmadiyah. Berikut pernyataan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di hadapan 30.000 massa Muhammadiyah Jawa Tengah tanggal 18 Mei 2008. Berikut kutipannya :

( http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1136&Itemid=2 )

Semarang-Ketua Umum PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa dalam hal Ahmadiyah, Muhammadiyah tidak berubah sikapnya dengan pernyataan sejak tahun 1933 dahulu, dimana pada tahun tersebut Majelis Tarjih menegaskan bahwa seseorang atau sekelompok orang yang menyatakan bahwa ada rasul baru setelah Rasulullah, mereka adalah kafir. Menurut Din, putusan tarjih tersebut masih berlaku hingga sekarang dan belum di mansub (dibatalkan. red).

Dihadapan 30 ribu warga Muhammadiyah Jawa Tengah di Masjid Agung Jawa Tengah-Semarang, Ahad (18/05/2008), Din menerangkan bahwa pernyataan Muhammadiyah in lebih tegas disbanding fatwa Rabithah ‘Ala Islami dan Majelis Ulama Indonesia yang hanya menyebutkan sesat. Menurutnya, ini adalah wujud ketegasan aqidah . Sehingga sebagai Harokatul Dakwah (Gerakan Dakwah) Din Mengajak warga Muhammadiyah untuk mengajak Ahmadiyah kembali ke jalan yang benar. “Ini bukan pendapat hanya ketua umum PP Muhammadiyah saja, namun sudah merupakan pembicaraan Pleno PP Muhammadiyah “ terangnya.

Din mengingatkan bahwa Ahmadiyah dia sebut sudah berada di pekarangan rumah Islam, karena mereka bersyahadat, mereka shalat, puasa dan sebagian ada yang berhaji. Daripada mengusir mereka keluar pagar, lebih baik diajak masuk ke Rumah Islam melalui Babus Salam (Pintu Damai).

Kedua ormas Islam terbesar di Indonesia dan MUI serta organisasi-organisasi massa berlabel Islam lainnya sudah menyatakan sikap yang sama perihal Ahmadiyah, maka dari itu dihimbau :  

 Mau tahu sekilas mengenai seluk beluk AHMADIYAH (ajarannya, penolakan-penolakan melalui fatwa di beberapa negara, dsb) ?  Download

3 Tanggapan

  1. Saya menghargai sikap NU dan kedewasaan NU. Tapi enggak ada yang baru kok di sini. Dari dulu NU ahmadiyah dan Muhamadiyah emang pada beda keyakinannya. Trus ada apa memangnya? Oh yang jadi masalah itu adalah adanya kelompok yang ingin memaksa ahmadiyah supaya bubar jalan. Nah yang begitu udah enggak bener. Mudah-mudahan NU enggak ikut-ikutan jadi kelompok pemaksa.

  2. Padahal beda ahmadiyah dengan yang bukan ahmadiyah hanya soal penafsiran. Kaum ahmadiyah percaya Nabi Isa as sudah wafat, sedangkan yang bukan ahmadiyah percaya NAbi Isa masih hidup di langit. Ahmadiyah dan nonahmadiyah dua-duanya percaya bahwa Nabi Isa as dijanjikan akan datang oleh Nabi Muhamad saw. Jadi kaum muslim ahmadiyah dan nonahmadiyah sebenarnya sama keyakinannya cuma berbeda dalam mempersonifikasikan siapa Nabi isa as yang akan datang itu. Dua-duanya berhak untuk mempunyai penafsiran masing-masing. Sayangnya ada pihak non-ahmadiyah yang berusaha main paksa. segelintir kecil tapi bikin masalah besar.

  3. assalammualaikum w.b.t

    jangan kerna berbeda penafsiran, kalian mengkafirkan sesuatu golongan…
    jika pengasas Ahmadiyah itu pendusta, maka Allah tidak akan membiarkan beliau terus hidup lama dan seterusnya menubuhkan Jemaat Ahmadiyah yang tidak mampu dikalahkan hujahnya oleh para penentangnya dari tahun 1908 sehinggalah sekarang ini…
    tapi apa, sungguh menghairankan dari dulu hingga sekarang, Ahmadiyah terus berdiri kukuh di seluruh dunia dan masih meneruskan dakwahnya terutama di negara Barat.

    coba kalian fikirkan…

    assalammualaikum w.b.t

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: