Derajad Hadits Shalat Taraweh 23 Raka’at

oleh

Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir  Abdat

Hadits Pertama

“Artinya : Dari Ibnu  Abbas, sesungguhnya Nabi Shallahu ‘alaihi wa  sallam, shalat di bulan Ramadlan  dua puluh raka’at, [Hadits riwayat : Ibnu Abi Syaibah, Abdu bin Humaid, Thabrani  di kitabnya Al-Mu’jam Kabir  dan Awsath, Baihaqi dan bnu Adi dan  lain-lain]

Di riwayat lain ada tambahan : “Dan (Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa  sallam) witir (setelah shalat dua puluh raka’at)”. Riwayat ini semuanya dari jalan Abu Syaibah, yang namanya : Ibrahim bin Utsman dari Al-Hakam  dari Miqsam  dari Ibnu Abbas.

Imam Thabrani berkata : “Tidak diriwayatkan dari Ibnu  Abbas melainkan  dengan isnad ini”.

Imam Baihaqi berkata : “Abu Syaibah  menyendiri dengannya, sedang dia  itu dla’if”.

Imam Al-Haistami berkata  di kitabnya “Majmauz Zawaid (3/172) :  “Sesungguhnya Abu Syaibah ini  dla’if”.

Al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata di kitabnya Al-Fath (syarah  Bukhari) :  “Isnadnya dla’if”.

Al-Hafidz Zaila’i telah mendla’ifkan  isnadnya di kitabnya Nashbur  Rayah (2/153).

Demikian juga Imam Shan’ani  di kitabnya Subulus Salam (syarah Bulughul  Maram) mengatakan tidak ada yang sah  tentang Nabi shalat di bulan  Ramadlan dua puluh raka’at.

Saya berkata :  Bahwa hadits ini “Dlai’fun Jiddan” (sangat lemah).  Bahkan muhaddits Syaikh  Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan :  “Maudlu”. Tentang kemaudlu’an hadits  ini telah beliau terangkan di kitabnya “Silsilah Hadits Dla’if wal Maudlu” dan  “Shalat Tarawih” dan “Irwaul Ghalil”. Siapa yang ingin mengetahui lebih luas  lagi tentang masalah ini, bacalah tiga kitab Al-Albani di atas, khususnya kitab  shalat tarawih.

Sebagaimana telah kita ketahui dari keterangan beberapa  ulama di atas  sebab lemahnya hadits ini, yakni karena di isnadnya ada seorang  rawi  tercela, yaitu Ibrahim bin Utsman Abu Syaibah. Tentang dia ini, ulama-ulama  ahli hadits menerangkan kepada kita :

[1]. Kata Imam Ahmad, Abu Dawud,  Muslim, Yahya, Ibnu Main dan lain-lain : “Dla’if”.

[2]. Kata Imam Tirmidzi :  “Munkarul Hadits”.

[3]. Kata Imam Bukhari : “Ulama-ulama (ahli hadits) mereka  diam tentangnya” (ini satu istilah untuk rawi lemah tingkat tiga).

[4]. Kata  Imam Nasa’i dan Daulaby : “Matrukul Hadits”.

[5]. Kata Abu Hatim : “Dla’iful  Hadits, Ulama-ulama diam tentangnya  dan mereka (ahli hadits) meninggalkan  haditsnya”.

[6]. Kata Ibnu Sa’ad : “Adalah dia Dla’iful Hadits”.

[7].  Kata Imam Jauzajaniy : “Orang yang putus” (satu istilah untuk  lemah tingkat  ketiga).

[8]. Kata Abu Ali Naisaburi : “Bukan orang yang kuat (riwayatnya)’. 

[9]. Kata Imam Ad-Daruquthni : “Dla’if”.

[10]. Al-Hafidz menerangkan :  “Bahwa ia meriwayatkan dari Al-Hakam  hadits-hadits munkar”.

Periksalah  kitab-kitab :

[1]. Irwaul Ghalil, oleh Muhaddits Syaikh Al-Albani.2 : 191, 192, 193.

[2]. Nashbur Raayah, oleh Al-Hafidz Zaila’i. 2 : 153. 

[3]. Al-Jarh wat Ta’dil, oleh Imam Ibnu Abi Hatim. 2 : 115

[4]. Tahdzibut-Tahdzib, oleh Imam Ibnu Hajar. 1 : 144, 145

[5]. Mizanul I’tidal,  oleh Imam Adz-Dzahabi. 1 : 47, 48

Hadits kedua.

“Artinya :  Dari Yazid bin Ruman, ia berkata : Adalah manusia pada  zaman Umar bin Khattab  mereka shalat (tarawih) di bulan Ramadlan dua puluh tiga raka’at”. [Hadits  Riwayat : Imam Malik di kitabnya Al-Muwaththa 1/115]

Keterangan  :

Hadits ini tidak sah ! Ketidaksahannya ini disebabkan karena dua  penyakit  :

Pertama : “Munqati” (Terputus Sanadnya). Karena Yazid bin Ruman yang   meriwayatkan hadits ini tidak bertemu dengan Umar bin Khaththab atau tidak sezaman dengannya. Imam Baihaqi sendiri mengatakan : Yazid bin Ruman tidak bertemu dengan Umar. Dengan demikian sanad hadits ini terputus. Sanad yang  demikian oleh Ulama-ulama ahli hadits namakan Munqati’. Sedang hadits yang  sanadnya munqati’ menurut ilmu Musthalah Hadits yang telah disepakati, masuk  kebagian hadits Dla’if yang tidak boleh dibuat alasan atau dalil.

Tentang  tidak bertemunya Yazid bin Ruman ini dengan Umar telah saya  periksa seteliti  mungkin di kitab-kitab rijalul hadits yang ternyata  memang benar bahwa ia tidak  pernah bertemu atau sezaman dengan Umar bin Khattab.

Kedua : Riwayat diatas bertentangan dengan riwayat yang  sudah shahih di bawah ini :

Hadits Ketiga : “Artinya : Dari Imam Malik  dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, ia berkata : “Umar bin Khattab  telah memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad-Dariy supaya keduanya shalat  mengimami manusia dengan sebelas rakaat”.

Sanad hadits ini shahih, karena :

[1].  Imam Malik seorang Imam besar lagi sangat kepercayaan yang telah  diterima umat  riwayatnya.

[2]. Muhammad bin Yusuf seorang kepercayaan yang dipakai  riwayatnya  oleh Imam Bukhari dan Muslim.

[3]. Sedang Saib bin Yazid seorang  shahabat kecil yang bertemu dan  sezaman dengan Umar bin Khatab.

[4] Dengan  demikian sanad hadits ini Muttashil/bersambung.

Kesimpulan.

[1].  Riwayat-riwayat yang menerangkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa sallam shalat  di bulan Ramadlan (shalat tarawih) 20 raka’at atau 21  atau 23 raka’at tidak ada  satupun yang shahih. Tentang ini tidak  tersembunyi bagi mereka yang alim dalam  ilmu hadits.

[2]. Riwayat-riwayat yang menerangkan bahwa di zaman Umar  bin Khattab  para shahabat shalat tarawih 23 raka’at tidak ada satupun yang shahih  sebagaimana  keterangan di atas. Bahkan dari riwayat yang Shahih kita  ketahui bahwa Umar bin  Khattab memerintahkan shalat tarawih dilaksanakan sebelas raka’at sesuai dengan  contoh Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam [1].

[Disalin dari  kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke  satu, Penulis Al-Ustadz  Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan Darul Qolam –  Jakarta, Cetakan ke III Th  1423/2002M

(Sumber http://www.almanhaj.or.id/content/1115/slash/0 )

Wallaahu a’lam bish-shawab

4 Tanggapan

  1. jadi yang lebih utama itu berapa rekaat? http://www.mtsn.syamsudin@yahoo.co.id

  2. Kalau menurut tulisan di atas ya 11 raka’at.
    Wallahu a’lam bish-shawab

  3. mantaf kali blognya ya.
    Mohon minta artikelnya ya terimakasih sebelumnya….ok

  4. Silahkan pak Sulaiman….., kami juga ada di sini :
    http://baiturrahmanvni.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: