Penentuan Arah Kiblat Secara Tradisionil

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
 
Muslim rahimahullah…..
 
Besok Kamis tanggal 28 Mei 2009 jam 16.18 WIB, posisi matahari TEPAT berada di atas Ka’bah, saat itu bayangan benda tegak di manapun di muka bumi ini akan mengarah ke Ka’bah. Saat itu pulalah kita bisa mengoreksi apakah arah kiblat shalat di rumah, di masjid/mushalla di sekitar rumah kita sudah benar apa belum, dengan cara yang sangat mudah.
 
Kunci utama metode ini adalah, cari standar waktu yang paling tepat sebagai pedoman waktu, cocokkan arloji kita dg standar waktu yang paling benar (minimal mendekati benar).
Metode ini dikenal sebagai metode ISTIWA A’ZAM  (sumber : http://rukyatulhilal.org/
kiblat-tradisional
Dengan membaca artikel ini, berarti kita  dianggap sudah memiliki pengetahuan tentang penentuan arah kiblat sehingga seyogyanya kita laksanakan dan menyebarkannya ke yang lain.
 
Bagaimana hukumnya kalau kita sudah tahu cara menentukan arah kiblat, tetapi dalam praktek arah kiblat kita masih salah ? Baca fatwa ulama tentang itu di sini :
 
Selamat mencoba…
 
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

KITAB TAUHID BAB 3 : MENGAMALKAN TAUHID DENGAN SEBENAR- BENARNYA DAPAT MENYEBABKAN MASUK SURGA TANPA HISAB

Firman Allah I :

â ¨bÎ) zOŠÏd¨uö/Î) šc%x. Zp¨Bé& $[FÏR$s% °! $ZÿŠÏZxm óOs9ur à7tƒ z`ÏB tûüÏ.Ύô³ßJø9$# á

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif (berpegang teguh pada kebenaran), dan sekali-kali ia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan).” (QS. An  Nahl: 120).

â tûïÏ%©!$#ur Oèd öNÎkÍh5uÎ/ Ÿw šcqä.Ύô³ç„ á

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apapun)”. (QS. Al Mu’minun: 59).

Husain bin Abdurrahman berkata: “Suatu ketika aku berada di sisi Sa'id bin Zubair, lalu ia bertanya: “siapa di antara kalian melihat bintang yang jatuh semalam? kemudian aku menjawab: “aku”, kemudian kataku: “ketahuilah, sesungguhnya aku ketika itu tidak sedang melaksanakan shalat, karena aku disengat kalajengking”, lalu ia bertanya kepadaku: “lalu apa yang kau lakukan? aku menjawab: “aku minta diruqyah ([1])”, ia bertanya lagi: “apa yang mendorong kamu melakukan hal itu? aku menjawab: “yaitu: sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Asy Sya’by kepada kami”, ia bertanya lagi: “dan apakah hadits yang dituturkan kepadamu itu? aku menjawab: “dia menuturkan hadits kepada kami dari Buraidah bin Hushaib:

(( لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ ))

Tidak boleh Ruqyah kecuali karena ain ([2]) atau terkena sengatan”. Baca selebihnya »

Kitab Tauhid, BAB 2

KEISTIMEWAAN TAUHID

DAN DOSA-DOSA YANG DIAMPUNI KARENANYA

Firman Allah I :

â tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä óOs9ur (#ûqÝ¡Î6ù=tƒ OßguZ»yJƒÎ) AOù=ÝàÎ/ y7Í´¯»s9ré& ãNßgs9 ß`øBF{$# Nèdur tbr߉tGôg–B á

“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai keimanan ([1]) mereka dengan kedzhaliman (kemusyrikan) ([2]), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat jalan hidayah.”   (QS. Al An’am: 82).

Ubadah bin Shamit  t menuturkan:  Rasulullah r bersabda:

(( مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ ))

Baca selebihnya »

Kitab Tauhid, BAB 1

Tauhid (Hakekat dan Kedudukannya)

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون[ِ (الذريات:56)

 

“Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah([1]) kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat, 56).

]وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت[(النحل: من الآية:36)

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) “Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah thoghut([2]).” (QS. An Nahl, 36).

]وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا[

 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah : “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS. Al Isra’, 23-24).

]قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ مِنْ إِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ وَلاَ تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلاَّ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لاَ نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ[

“Katakanlah (Muhammad) marilah kubacakan apa yang diharamkan kepadamu oleh Tuhanmu, yaitu “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu, dan janganlah kamu membunuh anak anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun dia adalah kerabat(mu). Dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’am, 151-153). Baca selebihnya »

Undangan Pengajian Kitab Tauhid Sesi-3

UNDANGAN KAJIAN KITAB TAUHID
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengundang muslimin/muslimat karyawan PT Brantas Abipraya (Persero) di Kantor Pusat dan Proyek Banjir Kanal Barat untuk menghadiri kajian “KITAB TAUHID” Sesi-3, yang Insya Allah akan diselenggarakan besok pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 10 Desember 2008
Jam : 15.00 – selesai (ba’da shalat Ashar berjama’ah)
Tempat : Mushalla BKDI
Pembicara : Ustadz Akhmad Syaikhu Al-Hafidz
Materi : Kitab Tauhid Bab 2

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

BKDI PT Brantas Abipraya

Hukum Qurban

Kurban adalah kambing yang disembelih setelah melaksanakan shalat Idul Adha dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, karena Dia Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman (yang artinya) : “ Katakanlah : sesungguhnya shalatku, kurbanku (nusuk), hidup dan matiku adalah untuk Allah Rabb semesta alam tidak ada sekutu bagi-Nya” [Al-An'am : 162]


Nusuk dalam ayat di atas adalah menyembelih hewan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta’
ala.[ Minhajul Muslim (355-356)]


Ulama berselisih pendapat tentang hukum kurban. Yang tampak paling rajih (tepat) dari dalil-dalil yang beragam adalah hukumnya wajib. Berikut ini akan aku sebutkan untukmu -wahai saudaraku muslim- beberapa hadits yang dijadikan sebagai dalil oleh mereka yang mewajibkan :

Baca selebihnya »

Undangan Kajian KITAB TAUHID Sesi-2

UNDANGAN KAJIAN KITAB TAUHID

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengundang muslimin/muslimat karyawan PT Brantas Abipraya (Persero) di Kantor Pusat dan Proyek Banjir Kanal Barat untuk menghadiri kajian “KITAB TAUHID” Sesi-2, yang Insya Allah akan diselenggarakan besok pada :

  • Hari/Tanggal     :  Kamis, 27 Nopember 2008
  • Jam                    :  15.00 – selesai (ba’da shalat Ashar berjama’ah)
  • Tempat              :  Mushalla BKDI
  • Pembicara          :  Ustadz Akhmad Syaikhu Al-Hafidz
  • Materi                :   Kitab Tauhid Bab 1

Materi Kitab Tauhid dalam format MS Word bisa didownload  di sini

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

BKDI PT Brantas Abipraya